حَقُّ اللهِ عَلَى الۡعِبَادِ – HAK ALLAH ATAS PARA HAMBA

*“Bagaimana kita beribadah kepada Allah?”*

س٣- : كَيۡفَ نَعۡبُدُ اللهَ؟
ج٣- : كَمَا أَمَرَنَا اللهُ وَرَسُولُهُ، قَالَ تَعَالَى: ﴿يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَلَا تُبۡطِلُوٓا۟ أَعۡمَـٰلَكُمۡ﴾ (سورة محمد)
وَقَالَ ﷺ (مَنۡ عَمِلَ عَمَلًا لَيۡسَ عَلَيۡهِ أَمۡرُنَا فَهُوَ رَدٌّ) (أَيۡ غَيۡرُ مَقۡبُولٍ) (رَوَاهُ مُسۡلِمٌ)
Soal 3 : Bagaimana kita beribadah kepada Allah?
Jawab 3 : Sebagaimana yang telah Allah dan RasulNya perintahkan. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan janganlah kalian membatalkan amalan-amalan kalian.” (QS. Muhammad: 33).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak.” Yakni tidak diterima. (HR. Muslim: 1718).

Referensi : Kitab Khudz ‘Aqidataka minal Kitab was Sunnah ash-Shahihah karya Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Muroja’ah : Ustadz Abu Hammam Kiryani, Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.