TIDAK AKAN MERUGI ORANG YANG BERSAHABAT DENGAN ORANG-ORANG BAIK

🌹 Indahnya persahabatan…

TIDAK AKAN MERUGI ORANG YANG BERSAHABAT DENGAN ORANG-ORANG BAIK

✍Allah berfirman yang :

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
“Wahai Muhammad tabahkanlah dirimu bersama orang-orang yang tekun beribadah kepada Allah baik pagi maupun sore, demi mencari keridhaan-Nya. Jangan alihkan perhatian kamu dari orang-orang yang tekun beribadah, hanya karena kamu menginginkan kesenangan hidup dunia. Janganlah kamu taat kepada orang-orang yang lalai mengingat Allah dan mengikuti hawa nafsunya. Usaha mereka itu pasti sia-sia (Al-Kahfi: 28)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
الرجل على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل
“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Abu Dawud, 4833 dan Tirmidzi, 2378 dihasankan Al-Albany dalam Al-Jami’, 3545).

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

لا تصاحب إلا مؤمناً، ولا يأكل طعامك إلا تقي
“Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali org yg bertaqwa.” (HR. Abu Dawud 4192, At-Tirmidzy, 2318 dihasankan Al-Albany)

Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kemakisatan dan kesesatan karena pengaruh teman bergaul yang jelek. Namun juga tidak sedikit orang yang mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih.

Dalam sebuah hadits Rasululah صلى الله عليه و سلم menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Ibnu Hajar Al-Asqalani رحمه الله mengatakan : “Hadits di ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Hadits ini juga mendorong seseorang agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”( Fathul Bari4/324)

Berkata Al-Allamah As-Sa’di – رحمه الله تعالى:-

“من أعظم المكاسب وأجل المغانم كسب صداقة الأخيار، واغتنام أدعيتهم في الحياة وبعد الممات”.

[مجموع الفوائد 106]

“Diantara usaha yang paling agung dan harta ghanimah yang paling mulia adalah usaha untuk bersahabat dengan orang-orang baik, dan mendapatkan manfaat dari doa-doa mereka semasa hidup dan setelah mati”.
[Majmu’ul Fawaid (106)]

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒🌾.🌴..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.