๐Ÿ“— Al-Ghayah wat Taqrib | Kitab An-Nikah โ€“ 004 Hal-hal Penting Sebelum Pernikahan

๐ŸŒ WAG Dirosah Islamiyah
Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad

๐Ÿ‘ค Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.
๐Ÿ“— Al-Ghayah wat Taqrib | Kitab An-Nikah

๐Ÿ”Š Hal-hal Penting Sebelum Pernikahan

~~~~~~

ุงูŽู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽุจูŽุฑูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏูŽ ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู, ู†ูŽุญู’ู…ูŽุฏูู‡ู, ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู†ูู‡ู, ูˆูŽู†ูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูู‡ู, ูˆูŽู†ูŽุนููˆุฐู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆุฑู ุฃูŽู†ู’ููุณูู†ูŽุง, ูˆูŽุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชู ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู†ูŽุง.

ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽู‡ู’ุฏูู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู„ุงูŽ ู…ูุถูู„ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู, ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุถู’ู„ูู„ู’ ููŽู„ุงูŽ ู‡ูŽุงุฏููŠูŽ ู„ูŽู‡ู

ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู…

Saudaraku anggota group whatshap Dirasah Islamiyah yang semoga senantiasa dirahmati Allah Subhฤnahu wa taโ€™ฤla.

Ini adalah sesi keempat dari silsilah kajian kita pada kitab matnul ghayah fil iqtishar buah karya Imam Abu Sujaโ€™ Asy Syafiโ€™i rahimahullฤhu taโ€™ฤla. Pada sesi ini kita masih pada tahap muqaddimah atau taudhiโ€™ah awwalan (pembuka) dari kajian kita yang bertema fiqih nikah ini.

Berikut adalah beberapa hal penting yang perlu dipahami sebelum kita melangkah lebih jauh untuk mengkaji hukum-hukum yang berkaitan dengan pernikahan.

Di antara kesalahan besar yang seringkali terjadi di tengah-tengah masyarakat yang menyebabkan pernikahan terasa susah dan mencari jodoh terasa sulit, sehingga banyak laki-laki dan perempuan yang merasa galau ketika mencari jodoh karena mereka beranggapan bahwa jodoh harus diawali dengan cinta. Dengan kata lain, mereka berpendapat bahwa tidak sepatutnya suatu pasangan itu menikah sebelum ada ikatan cinta di antara mereka berdua. Padahal jika seseorang itu menikah dengan tujuan yang benar dan dengan pasangan yang benar pula, maka otomatis di antara keduanya telah terjalin ikatan cinta, bahkan cinta yang didasari oleh hal-hal yang suci, yaitu cinta karena Allah Subhฤnahu wa taโ€™ฤla. ย Karena Allah Subhฤnahu wa taโ€™ฤla telah berfirman:

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุฅูุฎู’ูˆูŽุฉูŒ …

Artinya:

Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara…

[Q.S. Al Hujurat: 10]

Bahkan Rasulullah shallallฤhu โ€˜alaihi wa salam telah menjadikan persaudaraan yang dilandasi iman itu merupakan salah satu di antara tiga hal yang apabila ada pada diri seorang mukmin, maka ia akan merasakan kedamaian hidup, yaitu manisnya iman.

Rasulullah shallallฤhu โ€˜alaihi wa salam bersabda:

ุซูŽู„ูŽุงุซูŒ ู…ูŽู†ู’ ูƒูู†ู‘ูŽ ูููŠู’ู‡ู ูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ุจูู‡ูู†ู‘ูŽ ุญูŽู„ูŽุงูˆูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูุŒย ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู…ู‘ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูู€ุญูุจู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกูŽ ู„ูŽุงย ูŠูุญูุจู‘ูู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ูŽย  ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุนููˆู’ุฏูŽ ููู€ูŠ ุงู„ู’ูƒููู’ุฑู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู†ู’ู‚ูŽุฐูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ู‡ูุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุฐูŽููŽ ููู€ูŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู.

โ€œAda tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkanย manisnya iman, yaitu (1) barangsiapa yang Allรขh dan Rasรปl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya,ย (2) apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allรขh. (3) Ia benci untuk kembaliย kepada kekufuran setelah Allรขh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.โ€

[H.R. Al Bukhari, Muslim, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasaโ€™i]

Dalam hadist ini Nabi shallallฤhu โ€˜alaihi wa salam menggambarkan bahwa idealnya seorang mukmin itu tidak mencintai orang lain karena kecantikannya, ketampanannya, harta kekayaannya, atau selainnya, tetapi hendaknya karena keimanannya kepada Allah Subhฤnahu wa taโ€™ฤla. Sehingga kalau seorang mukmin memilih pasangan yang salihah, maka pasti ia telah memiliki rasa cinta kepadanya, yaitu cinta karena Allah. Jika ia mencintai seseorang karena Allah, maka ia akan mendapatkan kedamaian dalam hidup berumah tangga sehingga keluarganya menjadi keluarga yang harmonis.

Rasulullah shallallฤhu โ€˜alaihi wa salam secara lebih spesifik menggambarkan dalam sabdanya:

ุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุชูŽุงูƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุฑู’ุถูŽูˆู’ู†ูŽ ุฏููŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽ ุฎูู„ูู‚ูŽู‡ู ููŽุฒูŽูˆู‘ูุฌููˆู‡ู ุŒ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆุง ุชูŽูƒูู†ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉูŒ ูููŠ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽููŽุณูŽุงุฏูŒ ุนูŽุฑููŠุถูŒ

Artinya:

โ€œJika datang kepada kalian seorang pelamar putri kalian yang kalian ridhai agama dan akhlaknya maka nikahkanlah keduanya, jika kalian tidak melakukannya maka akan terjadi fitnah (bencana) di muka bumi dan kerusakan yang luas.โ€

[HR. Ibnu Majah No. 1601]

Jika seorang mukmin yang baik agama dan akhlaknya ditolak lamarannya hanya karena status sosialnya, kekayaannya, atau paras wajahnya yang kurang tampan, tentu akan menjadikan kerusakan yang besar karena orang tua menikahkan puterinya bukan berdasarkan pondasi cinta yang suci, melainkan karena cinta yang komersil dan cinta yang didasarkan pada hal yang sifatnya sementara dan semu.

Sebaliknya Rasulullah shallallฤhu โ€˜alaihi wa salam juga mewasiatkan kepada kaum laki-laki untuk memilih wanita karena agamanya. Beliau shallallฤhu โ€˜alaihi wa salam bersabda:

ุชูู†ู’ูƒูŽุญู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ู„ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู: ู„ูู…ูŽู€ุงู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูุญูŽุณูŽุจูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูุฌูŽู…ูŽุงู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูุฏููŠู’ู†ูู‡ูŽุงุŒ ููŽุงุธู’ููŽุฑู’ ุจูุฐูŽุงุชู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ุชูŽุฑูุจูŽุชู’ ูŠูŽุฏูŽุงูƒูŽ.

Artinya:

โ€œWanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.โ€

[H.R. HR. Al-Bukhari (no. 5090) kitab an-Nikaah, Muslim (no. 1466) kitab ar-Radhaaโ€™, Abu Dawud (no. 2046) kitab an-Nikaah, an-Nasa-i (no. 3230) kitab an-Nikaah, Ibnu Majah (no. 1858) kitab an-Nikaah, dan Ahmad (no. 9237].

Maka termasuk kesalahan besar dalam pernikahan, yaitu menganggap bahwa sebelum menikah idealnya harus ada rasa cinta, yaitu cinta yang didasarkan pada pertimbangan materi, fisik, dan yang sejenisnya. Padahal jika seorang muslim dan muslimah memilih pasangan karena Allah, maka di antara keduanya pasti sudah ada cinta yang lebih suci dan lebih dalam, yaitu cinta karena Allah Subhฤnahu wa taโ€™ฤla karena keduanya sama-sama mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan sama-sama mencintai ketaatan kepada Allah Subhฤnahu wa taโ€™ฤla.

ูˆ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ุงุนู„ู…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.