๐Ÿ”ฅPETUNJUK BAGI YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH BERJUANG DI JALAN ALLAH

๐Ÿ”ฅPETUNJUK BAGI YANG BERSUNGGUH-SUNGGUH BERJUANG DI JALAN ALLAH

โœAllah berfirman:

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฌูŽุงู‡ูŽุฏููˆุง ูููŠู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽู‡ู’ุฏููŠูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุณูุจูู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู†ูŽ
“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjuang) di (Jalan) Kami, Kami akan benar-benar menunjukkan Jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat kebaikan”.(Al-Ankabut: 69)

Mereka adalah orang orang yang berhijrah di jalan Allah dan berjihad melawan musuh mereka serta mereka mencurahkan kesungguhan mereka untuk mengikuti keridhoan Allah.
ู„ูŽู†ูŽู‡ู’ุฏููŠูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุณูุจูู„ูŽู†ูŽุง
“Benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.”
Yaitu jalan jalan yang mengantarkan kepada Kami yang demikian dikarenakan mereka adalah orang yang senantiasa berbuat ihsan.
ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู†ูŽ
“Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”
Yaitu dengan bantuan, pertolongan dan hidayah.
Ini menunjukkan :
bahwa orang yang paling pantas untuk diberi taufiq adalah yang mencocoki kebenaran, yaitu ahlul jihad.
Bahwa siapa saja yang berbuat ihsan dalam hal yang diperintahkan maka Allah akan menolong nya dan Allah akan mudahan baginya sebab sebab mendapatkan hidayah.
Siapa saja yang bersungguh sungguh dan bersemangat dalam mencari ilmu syar’i, maka akan sampai kepada nya petunjuk dan pertolongan Alkah untuk mendapatkan apa yang diinginkan, demikian ini adalah urusan dan kuasa Allah, diluar jangkauan kesungguhannya.
Dan Allah akan mudahkan baginya perkara ilmu, karena thalabul ilmi syar’i adalah termasuk jihad fiisabilillah, bahkan salah satu dari dua macam jihad yang tidak akan bisa menegakkannya kecuali orang orang khusus, yaitu :
โ–ถ jihad dg ucapan dan lesan menghadapi orang kafir dan munafik dan
โ–ถ mengajarkan perkara perkara agama serta membantah penyimpangannya orang-orang yang menyelisihi al haq walaupun mereka dari kalangan orang islam.(Taisir Karimir Rohman, Syaikh As-Sa’dy)

โ–ถAl-Fudhail bin Iyaadl berkata: โ€œBarangsiapa yang berjuang di jalan kami, yaitu dalam menuntut ilmu, sungguh Kami akan beri petunjuk mereka ke jalan ilmu dan mengamalkannyaโ€.
โ–ถSahl bin Abdillah rahimahullah menyatakan: โ€œOrang-orang yang berjuang dalam menegakkan Sunnah dan mematikan bidโ€™ah, sungguh Kami (Allah) akan memberi petunjuk kepada mereka ke Jalan Surgaโ€.
โ–ถIbnu Abbas radhiyallahu anhu berkata: โ€œBarangsiapa yang berjuang dalam ketaatan kepada Kami, sungguh Kami akan memberi petunjuk kepada mereka jalan (menuju) balasan kebaikan dari Kamiโ€.
โ–ถAbu Sulaiman ad-Daaraaniy rahimahullah berkata: โ€œBarangsiapa yang berjuang (mengamalkan) apa yang diketahuinya, sungguh Kami akan memberikan petunjuk kepada mereka kepada hal-hal yang belum diketahuinyaโ€.
(Fathul Bayaan fi Maqooshidil Qurโ€™an karya Shiddiq Khan (10/219))

โ–ถBerkata Imam Ibnu Katsir,
Firman Allah,
ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฌูŽุงู‡ูŽุฏููˆุง ูููŠู†ูŽุง
Mereka adalah Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…., para sahabatnya, dan para pengikutnya sampai hari kiamat.
ู„ูŽู†ูŽู‡ู’ุฏููŠูŽู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุณูุจูู„ูŽู†ูŽุง
benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.
Yakni Kami benar-benar akan memperlihatkan kepada mereka jalan-jalan Kami di dunia dan akhirat.
Berkata Abbas Al-Hamdani Abu Ahmad (seorang ulama dari kalangan penduduk’ Akka) sehubungan dengan makna firman-Nya:
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-‘Ankabut: 69)
Yaitu orang-orang yang mengamalkan ilmunya, kelak Allah akan memberi mereka petunjuk terhadap apa yang tidak mereka ketahui sebelumnya.
Ahmad ibnu Abul Hawari mengatakan bahwa ia menceritakan hal tersebut kepada Abu Sulaiman Ad-Darani, dan ternyata Abu Sulaiman merasa kagum dengan takwil ini.
Lalu ia berkata,
“Tidak layak bagi seseorang yang mendapat inspirasi suatu kebaikan, lalu ia langsung mengamalkannya sebelum ia mendengar hal yang mengukuhkannya dari asar. Apabila ia telah mendengar hal yang mengukuhkannya dalam asar, barulah ia boleh mengamalkannya, dan hendaklah ia memuji kepada Allah sehingga ucapannya selaras dengan apa yang terkandung di dalam kalbunya.”

Firman Allah.:
{ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู†ูŽ}
“Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”
Asy-Sya’bi yang mengatakan bahwa Isa putra Maryam pernah berkata,
“Sesungguhnya kebaikan yang hakiki ialah bila kamu berbuat baik terhadap orang yang berbuat jahat terhadap dirimu, dan bukanlah kebaikan yang hakiki itu bila kamu berbuat baik kepada orang yang telah berbuat baik kepadamu.”(Tafsir Al-Qur’anil Adhim, Imam Ibnu Katsir)
Wallohu a’lam.

๐ŸƒAbu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ€ขโ€ขโ€ขโœฆโœฟโœฆโ€ขโ€ขโ€ขโ”ˆโ”ˆโ€ข

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.