📗 Al-Ghayah wat Taqrib | Kitab An-Nikah – 003 Manfaat Pernikahan (Bagian 2)

🌐 WAG Dirosah Islamiyah
Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad
👤 Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A.
📗 Al-Ghayah wat Taqrib | Kitab An-Nikah

🔊 Manfaat Pernikahan (Bagian 2)
~~~~~~
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره و نعوذ بالله من شرور انفسنا وَمِنْ سيئات اعمالنا، من يهده الله فلا مضلله و من يضلله فلا هادي له. أشهد ان لا اله لا الله وحده لا شريك له و اشهد ان محمد عبده و رسوله. اما بعد

Ihwatal Iman anggota group Dirasah Islamiyah yang semoga dirahmati Allah Subhānahu wa ta’āla.

Ini adalah sesi ke-3 dari silsilah kajian Matan kitab Al-Ghoyah Wa Taqrib atau Al-Ghoyah Fii Taqrib buah karya Imam Abu Suja’ rahimahullāhu ta’āla.

Dan pada sesi ini kita masih berbicara tentang keutamaan ataupun manfaat dari pernikahan. Allah Subhānahu wa ta’āla telah mengodratkan manusia untuk memiliki berbagai kebutuhan termasuk kebutuhan biologis, Sehingga tentu kebutuhan ini haruslah dipenuhi agar anda bisa menjadi manusia yang seutuhnya sebagaimana ketika anda butuh akan makan, minum, anda tidak akan bisa menjadi manusia seutuhnya kecuali bila memenuhi kebutuhan makan minum demikian pula anda tidak akan bisa menjadi manusia seutuhnya kalau anda tidak memenuhi kebutuhan yang satu ini, Karnanya Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa salam bersabda :

يا معشر الشباب، من استطاع منكم الباءة فليتزوج؛

Wahai para pemuda, siapapun dari kalian yang telah mampu baik secara biologis ataupun secara material (finansial) anda telah mampu maka hendaknya anda segera menikah

فإنه أغض للبصر،

Karena dengan menikah anda lebih mudah untuk menundukkan, mengendalikan pandangan anda

وأحصن للفرج،

Dan anda juga lebih mudah untuk membentengi kemaluan anda sehingga tidak disalurkan hasrat biologis anda tidak disalurkan pada hal-hal yang haram

ومن لم يستطع فعليه بالصوم

Namun orang yang belum mampu hendaknya dia memperbanyak puasa, karena dengan memperbanyak puasa

فإنه له وجاءٌ

Dengan banyak puasa itu anda akan terbantu untuk sedikit mengendalikan kejolak nafsu anda.

Dan tentu tidak ada cara yang paling efektif, aman, baik secara kesehatan, maupun hukum syariat untuk menyalurkan kebutuhan biologis anda dibanding menikah.

Kemudian Allah Subhanallah Wata’ala juga telah mengkodratkan bahwa dengan adanya pernikahan anda sebagai makhluk sosial akan semakin merasakan betapa indahnya hidup sebagai makhluk sosial, berkeluarga, berkerabat, memiliki hubungan pernikahan ternyata itu banyak mendatangkan manfaat dalam kehidupan anda, karena tentu anda tidak akan bisa hidup seorang diri dan juga anda tidak akan pernah merasakan betapa indahnya kehidupan sebagai umat manusia ketika anda hanya sebatang kara.

Allah Subhānahu wa ta’āla berfirman :

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا

Dan dialah Allah Subhanallahu Wa Ta’ala yang telah menciptakan dari air mani manusia, dan dari air mani tersebut manusia turun temurun, saling beranak pinak, terus memiliki anak keturunan dan dengan sarana atau dengan adanya kebutuhan untuk menyalurkan air mani tersebut akhirnya terjalinlah hubungan yaitu hubungan yang terjalin dari pernikahan sehingga dua keluarga terjalin dengan pernikahan tersebut dan ini tentu menciptakan suatu kondisi yang indah sebagai tatanan sosial kemasyarakatan.

(Q.S. Al-Furqaan : 54)

Tujuan yang selanjutnya adalah melalui pernikahan jenis manusia akan terawat dan terabadikan sehingga manusia yang memiliki tanggung jawab untuk memakmurkan bumi ini dapat berkesinambungan, karenanya dahulu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam menganjurkan kita untuk menikahi wanita-wanita yang subur karena dengan terlahirnya anak-anak yang banyak, keturunan yang banyak maka kemakmuran bumi ini akan dapat tercipta.

Bahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menggambarkan bahwa kemakmuran bumi, indahnya kehidupan dunia tidak akan pernah terwujud kecuali dengan banyaknya anak keturunan.

Allah Berfirman :

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

Sejatinya harta kekayaan dan anak keturunan itu merupakan perhiasan kehidupan dunia. (Q.S. Al-Kahf : 46)

Mungkin bagi Anda yang masih bujang Anda tidak akan bisa atau belum mampu sepenuhnya untuk bisa membayangkan betapa indahnya kehidupan dunia ketika hadirnya anak-anak keturunan, namun anda yang telah menikah dan memiliki anak keturunan Anda pasti sudah merasakan betapa dunia ini menjadi indah dengan suara riuh anak-anak yang bercanda, bersenda gurau, anak-anak yang bermain dengan riangnya, kehidupan Anda semakin terasa indah.

Apalagi ketika anda telah menginjak masa tua betul-betul anda semakin merasakan bahwa kehadiran anak itu merupakan perhiasan kehidupan dunia yang menjadikan Anda terus termotivasi untuk eksis bertahan hidup, termotivasi untuk berkarya di muka bumi ini karena anda tergugah untuk mencukupi, untuk mengantarkan anak keturunan anda pada pintu kesuksesan.

Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa salam juga telah mengingatkan pentingnya hal ini melalui sabdanya :

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث :

Bila manusia itu telah meninggal dunia maka seluruh amalannya akan terputus kecuali dari tiga hal salah satunya adalah

أو ولد صالح يدعو له

Anak sholeh yang senantiasa mendoakan orang tuanya.

Menyadari bahwa dengan lahirnya anak yang sholeh akan senantiasa berbakti, berkarya dan kemudian mengharumkan nama orang tua dan selanjutnya setelah ada meninggal mereka terus mendoakan anda, itu adalah menjadi motivasi tersendiri bagi anda untuk bertahan hidup, untuk berkarya, untuk menorehkan karya-karya dan menyisakan hasil kerja yang akan berguna bagi anak keturunan anda.

والله تعالى اعلم

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.