KEJUJURAN SALAFI DAN KEDUSTAAN HIZBI

KEJUJURAN SALAFI DAN KEDUSTAAN HIZBI

Di antara karakteristik Salafiyyun para pengikut Manhaj Salafi adalah iltizamnya mereka terhadap kejujuran yang merupakan akhlak utama para sahabat yang Alloh perintahkan setiap mukmin agar menauladaninya, Alloh Taala berfirman:
Alloh Taala berfirman:
“ Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur ( At-Taubah : 119 ).
Syaikhuna Al-‘Allamah Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad berkata : ” Hendaklah kalian bersama para sahabat Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam yang merupakan orang-orang yang jujur, yang Alloh telah menyelamatkan mereka dengan sebab kejujuran mereka ” ( Syarah Sunan Abu Dawud 16/187 – Maktabah Syamilah – ).
Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda :
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
“ Hendaklah kamu selalu jujur. Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Tidak henti-hnetinya seorang jujur dan selalu berusaha jujur hingga dia tercatat di sisi Allah seorang yang jujur. Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Dan tidak henti-hentinya seorang berdusta dan selalu memilih dusta hingga dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta ( Shahih Bukhari 8/39 dan Shahih Muslim 8/29 ).
Kejujuran adalah ciri utama para pengikut Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam dan kedustaan adalah ciri utama musuh-musuh Islam dari kaum munafiqin, Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda :
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ
“ Tanda orang munafik ada tiga : jika bicara dia berdusta, jika dia berjanji maka dia menyelisihi, dan jika diberi amanah maka dia berkhianat ( Shahih Bukhari 1/15 dan Shahih Muslim 1/56 ).
Syaikhuna Al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali berkata : ” Alangkah indahnya kejujuran dan alangkah mulianya orang-orang yang jujur, dan sungguh celakalah dan binasalah para pendusta di setiap zaman dan tempat, bagaimana tidak, kedustaan termasuk pilar-pilar yang paling besar dari kekufuran dan kenifakan ” ( Dari makalah berjudul Ahammiyatu Ash-Shidq wa Dharuratuhu Liqiyami Dunya wa Dien dari program Maktabah Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali oleh islamspirit.com ).

AHLU BID’AH MENYEBARKAN KEDUSTAAN UNTUK MEMBENDUNG DAKWAH SALAFIYYAH

Di antara anugerah Alloh yang wajib disyukuri oleh setiap muslim adalah tersebarnya Dakwah yang Haq Dakwah Salafiyyah di seluruh penjuru dunia yang begitu pesat pada dekade terakhir ini. Dakwah ini telah merambah di segenap lapisan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.
Menyebarnya dakwah yang haq ini menyejukkan mata dan membesarkan hati setiap muslim yang cinta kepada Islam yang haq, tetapi sebaliknya membuat geram dan panas orang-orang yang hatinya diselubungi oleh kebatilan dan kebidahan !
Maka tidak henti-hentinya musuh-musuh dakwah berusaha membendung Dakwah Salafiyyah dengan segala cara termasuk membuat kedustaan-kedustaan untuk mencemarkan dan merusak citra Dakwah Salafiyyah, Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali berkata : ” Seandainya bukan karena halangan-halangan yang datang dari musuh-musuh Alloh dan ahli bid’ah maka sungguh kalian akan melihat dunia Islam sekarang bercahaya dengan dakwah Salafiyyah yang penuh berkah ini, karena sesungguhnya tatkala Dakwah Salafiyyah ini mulai menyebar dan merambah dunia maka ahli bid’ah dan ahli kufur berkonspirasi untuk membendung arus Dakwah Salafiyyah yang deras ini, mereka lakukan berbagai usaha untuk menghentikan dakwah ini, maka hendaknya kalian faham atas konspirasi ini dan makar-makar terhadap dakwah yang haq ini, tidak akan mungkin ahli bid’ah dan pengibar kesesatan tinggal diam dengan memancarnya cahaya dakwah yang haq ini, sama saja apakah kesesatan tersebut berupa kekufuran atau hizbiyyah atau Tashawwuf atau Rafidhah atau kesesatan-kesesatan yang lainnya…
Sesungguhnya kami melihat banyak dari manusia-manusia yang tidak merasa canggung untuk membuat kedustaan dan melanggar kehormatan para da’i Salafi mereka langgar kehormatan-kehormatan mereka dan mereka cemarkan dengan berbagai macam kedustaan dan kebohongan ” ( Dari muhadhoroh yang berjudul At-Tamassuk Bil Manhaj As-Salafi dari program Maktabah Syaikh Rabi’ Al-Madkhali oleh islamspirit.com ).
Di antara tuduhan-tuduhan dusta yang dialamatkan kepada dakwah Salafiyyah adalah bahwa dia adalah Dakwah Wahabi yang bid’ah, Khawarij yang memberontak kepada Khilafah Utsmaniyyah, agen-agen Zionis, dakwah yang ekstrim, dakwah yang memecah belah, dan beraqidah Murji’ah !.
Tuduhan-tuduhan dusta Ahli Bid’ah kepada Ahlil Haq bukanlah hal yang baru karena di antara karakteristik ahli bidah dari masa ke masa bahwasanya mereka selalu mencela dan mencoreng citra Ahli Sunnah wal Jamaah untuk menjauhkan umat dari al-haq, Al-Imam Abu Hatim Ar-Razi berkata : Ciri ahli bidah adalah mencela ahlil atsar ( Ashlu Sunnah hal. 24 ), Al-Imam Abu Utsman Ash-Shabuni berkata : Tanda yang paling jelas dari ahli bidah adalah kerasnya permusuhan mereka kepada pembawa Sunnah Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam , mereka melecehkan dan menghina ahli sunnah dan menamakan ahli sunnah dengan Hasyawiyah, Jahalah, Dhahiriyyah, dan Musyabbihah ( Aqidah Salaf Ashabul Hadits hal. 116 ).
Al-Imam Ali bin Harb Al-Maushili berkata : Setiap ahli hawa ( pengekor hawa nafsu ) selalu berdusta dan tidak peduli dengan kedustaannya! ( Diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Al-Kifayah hal. 123 ).

7 comments

  • Anshori - Bekasi

    Tanya:
    Ustadz, apakah seluruh ormas Islam yang ada sekarang ini termasuk hizbi? Adakah yang tidak termasuk hizbi? Jika ada, apa karateristiknya?

    • Ustadz Arif Fathul Ulum

      Abul Husain Ahmad bin Faris ( wafat tahun 395 H ) berkata : ” Ha’, Za’, dan Ba’ adalah pokok yang satu, yaitu berkumpulnya sesuatu. Dari hal itu Al-Hizb : Sekelompok dari manusia ” ( Mu’jam Maqayis Lughah 2/55 – terbitan Darul Jail Beirut cetakan pertama 1411 H – ).
      Ibnul A’rabi ( wafat tahun 231 H ) berkata : ” Al-Hizb : Sekelompok manusia ” ( Tahdzibul Lughah oleh Al-Azhari 4/217 terbitan Daru Ihya’ Turats Al-‘Arabi cetakan pertama 2001 M – ).
      Sedangkan dalam Al-Quran, lafadz al-hizbu mengandung beberapa makna:
      1. Bermakna kumpulan orang yang masing-masing berbeda madzhab, ajaran, dan agamanya, Alloh ( berfirman :
      (مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ)
      ” Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka ” ( Ar-Ruum : 32 ).
      2. Bermakna pasukan syaitan, Alloh ( berfirman :
      (اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ)
      ” Mereka itulah adalah pasukan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya pasukan syaitan itulah yang merugi ” ( Al-Mujadilah : 19 ).
      3. Bermakna tentara Alloh, Alloh ( berfirman :
      (لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)
      ” Mereka itulah tentara Alloh. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya tentara Alloh itu adalah golongan yang beruntung ” ( Al-Mujadilah : 22 ) ( Lihat Bashair Dzawi Tamyiz Fi Lathaifil Kitabil ‘Aziz oleh Fairuz Abadi 1/664 Syamilah – ).
      Syaikh Shofiyur Rohman Al-Mubarokfuri berkata : Al-Hizbu secara bahasa adalah sekelompok manusia yang berkumpul karena kesamaan sifat atau mashlahat ( keuntungan ) baik berupa ikatan keyakinan dan iman, atau kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan, atau ikatan daerah, tanah air, suku bangsa dan nasab, atau profesi dan bahasa, atau perkara-perkara yang semisalnya, yang biasanya menyebabkan manusia berkumpul atau berkelompok ” ( Al-Ahzab As-Siyasiyyah fil Islam hal.7 dengan perantaraan Ad-Da’wah Ilalah hal. 54 ).
      Adapun hizbiyyah maka dia adalah fanatisme kelompok, berkata Darul Ifta’ Mishriyyah :
      الحزب هو الجماعة من الناس ، والحزبية التعصب للحزب
      ” Al-Hizb adalah kelompok manusia, sedangkan hizbiyyah adalah ta’ashub ( fanatisme ) terhadap kelompok ” ( Fatawa Darul Ifta’ Mishriyyah 10/220 – Syamilah – ).

      Jika ada HIZBIYYAH tsb di dalam ormas maka termasuk hizbi

      • Ustadz Arif Fathul Ulum

        Merupakan rahmat Alloh yang agung kepada umat Islam bahwasanya Alloh tidak menghancurkan umat ini dengan sebab musuh dari luar mereka, meskipun seluruh penduduk di muka bumi bersatu padu untuk menghancurkan umat ini, tetapi tatkala terjadi perpecahan di dalam tubuh umat ini itulah saat kehancuran umat ini sebagaimana di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam Shahihnya .
        Maka munculnya hizbiyyah yang memecah belah umat ini merupakan tanda dicabutnya rahmat Alloh dari mereka dan sekaligus tanda datangnya adzab yang menghancurkan mereka, Rasulullah ( bersabda:
        وما لم تحكم أئمتهم بكتاب الله ويتخيروا مما أنزل الله إلا جعل الله بأسهم بينهم
        “ Tidaklah para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah melainkan Alloh akan menimpakan permusuhan di antara mereka ( Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunannya : 4019, Al-Hakim dalam Mustadrak 4/540 dan yang lainnya dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah : 106 ).
        Sejarah membuktikan begitu pedihnya musibah yang dialami oleh kaum muslimin dengan sebab penyakit-penyakit hizbiyyah ini, sejak munculnya kelompok Khawarij yang menyulut fitnah perpecahan di dalam tubuh kaum muslimin yang mengakibatkan tertumpahnya darah-darah kaum muslimin sejak zaman Khalifah Utsman bin ‘Affan hingga detik ini.
        Hizbiyyah dalam tubuh umat ini semakin menjadi seiring dengan penjajahan orang-orang kafir Eropa terhadap negeri-negeri kaum muslimin baik secara politis maupun secara ideologis, ketika para penjajah ini angkat kaki dari negeri-negeri kaum muslimin mereka tinggalkan duri-duri hizbiyyah tertancap kuat di tubuh kaum muslimin ; hizbiyyah kesukuan, hizbiyyah kebangsaan, hizbiyyah peradaban nenek moyang, dan hizbiyyah-hizbiyyah jahiliyyah yang lainnya.
        Keadaan menjadi semakin runyam di saat kaum muslimin mengadopsi sistem demokrasi barat yang menyuburkan segala bentuk hizbiyyah dalam wujud partai-partai yang saling berseteru. Partai-partai ini memiliki nama-nama, julukan-julukan, metode-metode, dan simbol-simbol yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya , setiap anggota partai memberikan loyalitas mutlak kepada setiap orang yang loyal kepada partai mereka, di sisi lain mereka menjauhi bahkan memusuhi setiap orang-orang yang menyelisihi partai mereka dan tidak bernaung di bawah panji-panji mereka !.

  • arofi, tmg

    bagaimana dengan slogan “nkri harga mati”, apakah masuk kategori, sukron

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.