๐Ÿ’งAtsar Ilmu…

๐Ÿ’งAtsar Ilmu…

โœIlmu adalah cahaya yang menerangi jalan dan pelita bagi orang yang sedang berjalan. Ia merupakan poros kemajuan dan perkembangan juga merupakan jalan kebangkitan bagi dunia Islam untuk membangun peradaban yang indah, perekonomian yang kuat dan pribadi yang seimbang.

Keutamaan ilmu dan urgensinya telah dijelaskan dalam kitab-kitab para Ulama dan saat ini kita tidak membicarakan itu. Kali ini, kita akan fokus pembicaraan tentang hakekat nilai ilmu, dampak dan buahnya.

Majunya suatu umat bukan diukur dengan banyaknya wawasan yang telah terisikan dalam kepala, tidak juga dengan banyaknya hafalan yang diucapkan oleh mulut, akan tetapi diukur dengan efek dari ilmu tersebut dalam prilakunya dan hatinya. Jika jujur melihat kondisi kaum Muslimin saat ini, kita dapati mereka sangat membutuhkan pengembangan efek ilmu itu dalamย  segala bidang dan lini kehidupan.

Diantara yang melemahkan efek ilmu bahkan menghilangkan sebagian nilainya adalah adanya sebagian orang yang menjadikan ilmu sebagai perhiasan yang berbangga diri dengannya. Mereka ini menjadikan ilmu sebagai tangga untuk meraih popularitas, menumpuk harta, atau mendulang pujian manusia. Naโ€™udzubillah

Dari Jabir Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ู„ูŽุงย ุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ููˆุง ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽุŒ ู„ูุชูุจูŽุงู‡ููˆุง ุจูู‡ู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ู„ูุชูู…ูŽุงุฑููˆุงย ุจูู‡ู ุงู„ุณู‘ูููŽู‡ูŽุงุกูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฎูŽูŠู‘ูŽุฑููˆุง ุจูู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุฌูŽุงู„ูุณูŽุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ููŽุนูŽู„ูŽย ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ููŽุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ

Janganlah kalian menuntut ilmu demi membanggakannya dihadapan Ulama, jangan juga untuk mendebat orang-orang bodoh, dan jangan juga agar unggul di forum-forum. Barangsiapa yang melakukan demikian maka neraka-nerakaโ€ย [HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban. Hadits ini dinilai shahih Al-Hakim dalam kitabย al-Mustadrak]

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, โ€œDahulu tidaklah seseorang belajar ilmu, kecuali tidak lama kemudian terlihat efek ilmu dalam kakhusyuโ€™annya, dalam pandangannya, lisannya, tangannya, shalatnya, pembicaraannya dan zuhudnyaโ€

Efek ilmu dalam jiwa itu bertingkat-tingkat dan berbeda-beda sesuai dengan perbedaan jiwa masing-masing. Dari Abu Musa al-Asyโ€™ari Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ู…ูŽุซูŽู„ู ู…ูŽุง ุจูŽุนูŽุซูŽู†ูู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู‡ู ู…ูู†ูŽย ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ูƒูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุซู ุงู„ู’ูƒูŽุซููŠู’ุฑู ุฃูŽุตูŽุงุจูŽ ุฃูŽุฑู’ุถู‹ุง ุŒ ููŽูƒูŽุงู†ูŽย ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ู†ูŽู‚ููŠู‘ูŽุฉูŒ ู‚ูŽุจูู„ูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกูŽ ุŒ ููŽุฃูŽู†ู’ุจูŽุชูŽุชู ุงู„ู’ูƒูŽู„ุฃูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูุดู’ุจูŽย ุงู„ู’ูƒูŽุซููŠุฑูŽ ุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฃูŽุฌูŽุงุฏูุจู ุฃูŽู…ู’ุณูŽูƒูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกูŽ ููŽู†ูŽููŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ูย ุจูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ููŽุดูŽุฑูุจููˆู’ุง ูˆูŽุณูŽู‚ูŽูˆู’ุง ูˆูŽุฒูŽุฑูŽุนููˆุง ุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุทูŽุงุฆูููŽุฉูŒ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุงย ู‡ูู‰ูŽ ู‚ููŠุนูŽุงู†ูŒ ู„ุงูŽ ุชูู…ู’ุณููƒู ู…ูŽุงุกู‹ ุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูู†ู’ุจูุชู ูƒูŽู„ุฃู‹ ุŒ ููŽุฐูŽู„ููƒูŽย ู…ูŽุซูŽู„ู ู…ูŽู†ู’ ููŽู‚ูู‡ูŽ ููู‰ ุฏููŠู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู‡ู ู…ูŽุง ุจูŽุนูŽุซูŽู†ูู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูู‡ูย ููŽุนูŽู„ูู…ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ูˆูŽู…ูŽุซูŽู„ู ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ููŽุนู’ ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ุฑูŽุฃู’ุณู‹ุง ุŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ย ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ู’ ู‡ูุฏูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฐูŠ ุฃูุฑุณู„ุชู ุจู‡

Permisalan petunjuk dan ilmu yang Allรขh utus aku untuk membawanya adalah seperti hujan deras yang mengguyur tanah. Maka ada tanah yang baik, yang bisa menyerap air sehingga menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang lebat. Di antaranya juga ada tanah yang ajadib, tanah yang bisa menampung air (namun tidak bisa menyerap ke dalamnya), maka Allรขh menjadikannya bermanfaat bagi manusia, mereka dapat mengambil air minum dari tanah ini, lalu memberi minum untuk hewan ternaknya, dan manusia dapat mengairi tanah pertaniannya. Jenis tanah ketiga adalahย  tanah qiโ€™an yaitu tanah yang tidak bisa menampung dan tidak bisa menumbuhkan tetumbuhan. Inilah permisalan orang yang memahami agama Allรขh, sehingga bermanfaat baginya ajaran yang Allรขh utus aku untuk membawanya, maka iapun mengilmuinya dan mengajarkan ilmu. Dan perumpamaan orang yang tidak memperdulikan ilmu, dia tidak mau menerima petunjuk yang Allรขh mengutusku dengannya.โ€ย [HR. Al-Bukhรขri].

Iman merupakan pengendali dan pengarah jalan bagi ilmu agar efek baik terwujud. Jika ilmu tidak disertai dengan iman, maka kebaikan ilmu akan berubah menjadi keburukan, manfaatnya menjadi kemudorotan, dan efek buruknya akan terlihat pada individu dan umat.

๐Ÿ‚Artikel majalah As-Sunnah

โœ๐Ÿ“šโœ’…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.