💡 SYARAH HADITS KE 31 ARBA’IIN ANNAWAWIYYAH

💡 SYARAH HADITS KE 31 ARBA’IIN ANNAWAWIYYAH

بشرح و تعليق : الشيخ محمد بن صالح العثيمين
الحديث الحادي والثلاثون:

Ditulis : Imam An-Nawawy
Syarah : Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin

📗 *Hadits Ke 31:*

عن أبي العباس سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه، قال: جاء رجل إلى النبي، فقال: ( يا رسول الله ! دلني على عمل إذا عملته أحبني الله وأحبني الناس )؛ فقال: { ازهد في الدنيا يحبك الله، وازهد فيما عند الناس يحبك الناس }.

[حديث حسن، رواه ابن ماجه، وغيره بأسانيد حسنه].

Dari Abul ‘Abbas sahl bin saad As-sa’idi, dia berkata : “seorang lelaki datang menemui Nabi lalu berkata: Wahai Rasulullah, tunjukanlah kepadaku suatu amalan yang jika aku mengerjakannya niscaya aku dicintai oleh Allah dan dicintai oleh manusia. Beliau bersabda: “Zuhudlah didunia niscaya engkau akan dicintai oleh allah, dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki oleh manusia, niscaya engkau akan dicintai mereka.”
(Hadits hasan riwayat ibnu majah dan lain-lainnya dengan sanad hasan)

الشرح:

عن أبي العباس سهل بن سعد الساعدي
قال: جاء رجل إلى النبي ولم يبين اسم الرجل؛ لأنه ليس هناك ضرورة إلى معرفته إذ أن المقصود معرفة الحكم ومعرفة القضية فقال: ( يا رسول الله، دلني على عمل إذا عملته أحبني الله وأحبني الناس )

Penjelasan:

Dari abul ‘abbas sahl bin sa’ad as-sa’idi –katanya :”seorang lelaki datang menemui nabi tidak disebutkan siapa nama lelaki tersebut, karena mengetahuinya bukanlah sesuatu yang begitu penting, karena yang dimaksudkan adalah mengetahui hukum dan permasalahanya. Lelaki itu berkata: “Wahai Rosulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang jika aku mengerjakannya niscaya aku dicintai oleh Allah dan dicintai oleh manusia.”

وهذا الطلب لا شك أنه مطلب عالي يطلب فيه السائل ما يجلب محبة الله له وما يجلب محبة الناس له،
فقال له النبي : { ازهد في الدنيا }

Permintaan ini tidak diragukan lagi adalah permintaan yang luhur karena didalamnya si penannya bertanya tentang apa yang dapat mendatangkan kecintaan Allah terhadap dirinya dan juga kecintaan manusia kepadanya.

Maka Nabi bersabda: “zuhudlah didunia ini”,

يعني: اترك في الدنيا ما لا ينفعك في الآخرة

Maksudnya: _tinggalkanlah didunia ini perkara-perkara yang tidak mendatangkan kemanfaatan bagimu untuk kehidupan di akhirat kelak._

وهذا يتضمن أنه يرغب في الآخرة؛ لأن الدنيا والآخرة ضرتان إذا زهد في إحداهما فهو راغب في الأخرى

Ucapan ini mengandung konsekuensi agar orang tersebut mencintai kehidupan akhirat karena dunia dan akhirat ibarat dua orang madu, jika dia kurang cenderung pada salah satunya maka ia akan cenderung pada yang lainnya.

بل هذا يتضمن أن الإنسان يحرص على القيام بأعمال الآخرة من فعل الأوامر وترك النواهي ويدع ما لا ينفعه في الآخرة من الأمور التي تضيع وقته ولا ينتفع بها.

Bahkan hal inipun mengandung konsekuensi bahwa seseorang handaknya berupaya sejauh mungkin untuk mengerjakan amalan akhirat, yaitu dengan mengerjakan perintah-perintah (Allah dan Rosulnya), meninggalkan berbagai larangan dan meninggalkan perkara-perkara yang tidak mendatangkan kemanfaatan kepadanya bagi kehidupan akhirat.
Yaitu berupa perkara yang dapat menghambur-hamburkan waktunya dan tidak dapat di ambil manfaatnya.

أما ما يكون سبباً لمحبة الناس فقال: { ازهد فيما عند الناس يحبك الناس } فلا يطلب من الناس شيئاً ولا يتشوق إليه ولا يستشرف له ويكون أبعد الناس عن ذلك حتى يحبه الناس؛

Adapun perkara yang dapat mendatangkan kecintaan orang lain kepadanya, Rosulullah bersabda: “zuhudlah terhadap apa yang ada atau dimiliki orang lain,niscaya mereka mencintaimu”, yakni ia tidak minta sesuatupun dari mereka, tidak merasa iri, tidak meminta untuk dikasihani, sehingga jadilah ia orang yang paling jauh dari sifat-sifat tersebut, sampai akhirnya orang-orangpun mencintainya.

لأن الناس إذا سئل الإنسان ما في أيديهم استثقلوه وكرهوه، وإذا كان بعيداً عن ذلك فإنهم يحبونه.

Karena jika seseorang meminta-minta apa yang dimiliki oleh orang lain maka orang itu akan merasa terbebani dan tidak senang padanya. Namun jika ia jauh dari karakter seperti itu maka merekapun akan mencintainya.

من فوائد هذا الحديث: حرص الصحابة رضي الله عنهم على سؤال النبي فيما ينفعهم.

Diantara faedah dari hadits ini adalah:
1. Antusias para sahabat untuk bertanya kepada Nabi untuk bertanya tentang perkara-perkara yang bermanfaat bagi mereka.

ومن فوائده: أن الإنسان بطبيعة الحال يحب أن يحبه الله وأن يحبه الناس ويكره أن يمقته الله ويمقته الناس فبين النبي ما يكون به ذلك.

2. Sesuai dengan tabiat dasarnya seseorang senang untuk dicintai oleh Allah dan oleh orang lain. Dan tidak suka untuk dibenci oleh orang lain lalu Nabi menjelaskan kiat-kiat yang dapat menghantarkan pada hal tersebut.

ومن فوائد هذا الحديث: أن من زهد في الدنيا أحبه الله؛ لأن الزهد في الدنيا يستلزم الرغبة في الآخرة، وقد سبق معنى الزهد: وأنه ترك ما لاينفع في الآخرة.

3. Orang yang zuhud didunia akan dicintai oleh Allah, karena zuhud didunia akan melahirkan kecintaan pada kehidupan di akhirat. Dan telah lewat sebelum ini makna zuhud, yakni meninggalkan perkara-perkara yang tidak mendatangkan kemanfaatan dikehidupan akhirat kelak.

ومن فوائد هذا الحديث: أن الزهد فيما عند الناس سبب في محبة الناس لك.

4. Zuhud terhadap apa-apa yang dimiliki oleh orang adalah sebab kecintaan orang lain pada dirimu.

ومن فوائد هذا الحديث: إن الطمع في الدنيا والتعلق بها سبب لبغض الله للعبد وإن الطمع فيما عند الناس والترقب له يوجب بغض الناس للإنسان، والزهد فيما في أيديهم هو أكبر أسباب محبتهم.

5. Tamak terhadap dunia dan bergantung kepadanya adalah sebab kemurkaan Allah terhadap seorang hamba, sedangakan tamak terhadap apa yang dimiliki oleh orang lain dan menyelidiki tentang hal itu akan mendatangkan kebencian orang lain kepadanya. Sedangkan zuhud terhadap apa yang dimiliki oleh mereka adalah sebab terbesar yang dapat mendatangkan kecintaan mereka.

(in syaa Allah bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.