REALITA UMAT – Muqaddimah Syaikh Ibrahim bin ‘Amir Ar-Ruhaili -hafizhahullaah- (Bagian Pertama)

REALITA UMAT

[Muqaddimah Syaikh Ibrahim bin ‘Amir Ar-Ruhaili -hafizhahullaah- (Bagian Pertama)]

[1]- Umat ini mengalami begitu banyak ujian dan cobaan, sampai banyak dari penuntut ilmu yang bingung dalam menghadapinya.

[2]- Dan tidak ada yang bisa mengeluarkan umat ini dari berbagai ujian dan cobaan tersebut kecuali dengan: mempelajari agama -dengan disertai tekad yang kuat-, serta Istiqomah di atas ilmu, dan juga berusaha menjauhi berbagai fitnah (kejelekan).

[3]- Dan tugas penuntut ilmu bukan hanya dia menjauhkan diri dari berbagai fitnah (kejelekan) tersebut, akan tetapi: bagaimana cara menjauhkan umat darinya. Sehingga penuntut ilmu harus mengetahui berbagai perkara (agar nantinya bisa memberikan solusi untuk umat).

[4]- Dan yang pertama kali harus diketahui oleh penuntut ilmu adalah: tentang realita umat ini. Dan mengetahui realita bukanlah: mengetahui tentang politik, tentang keadaan negara-negara dan para penguasa, dan bukan pula mengetahui kabar-kabar tentang politik. Akan tetapi mengetahui keadaan umat dalam masalah agamanya:

* Apakah mereka hidup di masa ilmu, di masa (tersebarnya) Sunnah, dan di masa umat ittiba’ (mengikuti) terhadap sunnah Nabi -sallallahu ‘alaihi wa sallam-? Atau justru sebaliknya?!

* Apakah keadaan umat zaman ini seperti umat pada zaman Nabi -sallallahu ‘alaihi wa sallam-? Ataukah umat zaman ini telah terkena hal-hal baru dalam agamanya?!

[5]- Saya menyerupakan umat pada zaman sekarang dengan: seseorang yang sedang sakit yang menemui dokter dengan mengeluhkan berbagai macam penyakitnya:

* ada penyakit yang kronis yang dikhawatirkan akan mengakibatkan kebinasaan,

* dan ada penyakit yang di bawahnya (lebih ringan),

* ada juga penyakit yang sering kambuh dan terkadang sembuh.

Maka kalau dokternya menyarankan puluhan obat untuk berbagai penyakit tersebut untuk diminum sekaligus; maka hal ini tidak akan bermanfaat.

[6]- Inilah keadaan umat pada zaman sekarang, siapa yang memperhatikan umat ini; maka ia akan mendapatkan berbagai macam penyakit yang berbahaya:

* Yang pertama: penyakit kesyirikan, dimana ada yang menyembah selain Allah, ber-istighatsah kepada selainnya, dan berbagai kesyirikan yang lainnya.

* Penyakit kedua adalah: Bid’ah yang tersebar di kalangan umat ini dan merata di berbagai lapisan masyarakat.

* Demikian juga jika kita melihat kemaksiatan pada umat ini; maka hampir-hampir tidak anda dapatkan kemaksiatan yang disebutkan dalam Al-Qur’an atau diperingatkan dalam As-Sunnah; kecuali ditemukan dalam umat ini. Seperti: riba, zina, minum khamr, dan yang lainnya.

[7]- (Maka bermacam-macam usaha umat untuk mengatasi berbagai ujian yang menimpa)

1. Ada sekelompok orang yang berpendapat bahwa penyakit umat ini ada pada: para penguasanya, sehingga cara memperbaikinya adalah dengan melengserkan penguasa-penguasa tersebut; untuk digantikan dengan yang lebih baik.

Kelompok ini mengusahakan hal tersebut siang dan malam, dan mereka sudah mencobanya di sebagian negeri; akan tetapi usaha mereka hanya menambahkan perpecahan dan perselisihan.

2. Ada juga kelompok yang berpendapat bahwa sebab perpecahan adalah: karena mempelajari ‘aqidah dan mendakwahkannya. Itulah -menurut mereka- yang memecah belah umat menjadi: Jahmiyyah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyah, Syi’ah dan yang lainnya.

Mereka menyangka bahwa: dakwah yang benar adalah dengan dakwah mengajak kepada akhlak dan adab saja. Dan itulah yang mereka lakukan bertahun-tahun, akan tetapi tidak menghasilkan persatuan. KARENA UMAT HANYA BISA BERSATU DI ATAS ‘AQIDAH (YANG BENAR).

3. Ada juga sekelompok anak muda yang tidak diketahui: apa niat dan tujuan mereka, yaitu: mereka berpikir bahwa mereka akan menegakkan Daulah Islamiyah, mereka membentuk tentara, dan mengumunkan peperangan atas umat. Dan orang-orang kafir pun mendapatkan kesempatan dengan adanya kelompok ini, sehingga orang-orang kafir berupaya agar kaum muslimin saling membunuh satu dengan yang lainnya.

4. Ada juga orang-orang yang pasrah dan mereka menyerahkan dirinya kepada syahwat, mereka membeo di belakang orang-orang kafir dan mengikuti keadaan, penampilan, dan bahasa orang-orang kafir. Hingga akhirnya tidak bisa dibedakan antara orang muslim dengan Nasrani dan orang-orang kafir yang lainnya.

5. Ada juga kelompok yang berpendapat bahwa: kekalahan kaum muslimin dengan sebab menegakkan syariat, sehingga kelompok ini mengajak kepada liberalisme dan memisahkan agama dari negara. Karena mereka berpendapat bahwa: kekalahan umat disebabkan karena Islam itu sendiri.

Sehingga -menurut mereka-: kita harus mengubah metode kita dan mengubah pendidikan anak-anak kita.

Dan mereka menganggap bahwa: Islam itu seperti ikatan yang mengikat umatnya. Contohnya: wanita yang terikat dengan rumahnya dan jilbabnya, sehingga terbatas geraknya. Mereka mereka ingin membebaskan wanita dari hijab agar menjadi seperti wanita Nasrani yang mengumbar auratnya dan bebas memilih pasangan untuk berpacaran dengannya.

-ditulis dengan ringkas oleh: Ahmad Hendrix-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.