💦 Waktumu adalah kebaikanmu …!!

💦 Waktumu adalah kebaikanmu …!!

✍Waktu adalah kehidupan…
Tiada seorangpun yang menyangkalnya. Umur manusia ibarat hari. Hasan al-Basri berkata, “Wahai anak Adam, engkau hanyalah hari-hari, yang jika hilang maka hilanglah separuh bagianmu.”
Allah memerintahkan untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dan jangan pernah sekali-kali menyia-nyiakannya.
Pada hari kiamat, waktu adalah salah satu yang dimintai pertanggungjawabannya, untuk apa manusia menghabiskannya.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ
“Kaki seseorang tidak akan bergerak pada hari kiamat di sisi Rabbnya hingga ditanya tentang lima hal: Tentang umurnya, bagaimana ia melewatkannya; tentang masa mudanya, bagaimana ia menghabiskannya; tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan ke mana ia membelanjakannya; dan apa yang telah ia amalkan dari apa yang ia ketahui (pelajari).”(HR At-Tirmidzy, 2416 dishohihkan Al-Albany)

Dalam Islam, waktu itu bukanlah uang seperti pepatah barat, time is money.
Tetapi, waktu  adalah kesempatan yang bernilai ubudiyah.
Di sini, amal shalih menjadi tujuan utama. Dan manusia sebenarnya dalam keadaan merugi kecuali beriman dan beramal shalih.
Alloh memerintahkan kita untuk memelihara dan mengatur waktu, serta melarang kita menyia-nyiakannya. Sehingga setiap muslim harus memperhatikan waktu yang ada padanya, menjaga, mengolah dan memanfaatkannya dengan baik, serta selalu bersikap hati-hati agar waktu tersebut tidak hilang begitu saja, tanpa memberikan manfaat yang berarti.

وَالْعَصْرِ * إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ * إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
”Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Al-Ashr:1-3)

Surat al-‘Ashr ini mengajarkan kepada kaum muslimin akan disiplin waktu. Supaya tidak menjadi orang yang rugi di akhirat.

Imam Asy-Syafi’i berkata:
”Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir 8/499).

Al-Quran dan Sunnah sangat perhatian terhadap waktu dari berbagai sisi dan dengan gambaran yang bermacam-macam. Allah telah bersumpah dengan waktu-waktu tertentu dalam beberapa surah Al Qur’an, seperti al-lail (waktu malam), an-nahâr (waktu siang), al fajr (waktu fajar), adh-dhuhâ (waktu matahari sepenggalahan naik), al ‘ashr (masa). Sebagaimana firman Allah,
⏺“Demi malam apabila menutupi (cahaya) siang, dan siang apabila terang benderang.” (Al-Lail: 1-2).
⏺“Demi fajar dan malam yang sepuluh.” (Al Fajr: 1-2).
⏺”Demi waktu matahari sepenggalan naik. Dan demi malam apabila telah sunyi.” (Adh-Dhuhâ: 1-2).
⏺”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian.” (Al ‘Ashr: 1-2).

Ketika Allah bersumpah dengan sesuatu dari makhluk-Nya, maka hal itu menunjukkan urgensi dan keagungan hal tersebut. Dan agar manusia mengalihkan perhatian mereka kepadanya sekaligus mengingatkan akan manfaatnya yang besar.

Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (al-Hasyr: 18)

Ibnu Katsir berkata: “Hisablah diri kalian sebelum dihisab, perhatikanlah apa yang sudah kalian simpan dari amal shalih untuk hari kebangkitan serta (yang akan) dipaparkan kepada Rabb kalian.” (Taisir Al-‘Aliyil Qadir, 4/339)

Sebagian orang mengira bahwa mencari akherat itu hanya ibadah, dengan bawa tasbih kemana-mana, atau duduk bersila di masjid atau mihrobnya.
Jika ibadah hanya terbatas seperti ini betapa sulitnya mencari akherat, dan betapa sedikitnya waktu untuk itu.

Padahal seseorang mencari ma’isyah untuk bekal idadah dengan jalan halal itu juga bagian mencari akherat.
Mengurus dunia untuk kemanfaatan orang banyak juga untuk akherat.
Sehingga banyak dan liaslah waktu untuk mencari akherat.

Ibrahim bin Syaiban berkata, “Barangsiapa yang menjaga untuk dirinya waktu-waktu yang dia jalani sehingga tidak tersia-siakan dalam hal yang tidak mendatangkan keridhaan Allah padanya niscaya Allah akan menjaga agama dan dunianya.” (Aina Nahnu min Haa’ulaa’i [2/29])

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلاَمَهُ ؛ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ، وَكُلُّ سَيِّئَةٍ تُكْتَبُ بِمِثْلِهَا، حَتَّى يَلْقَى اللهَ عَزَّ وَجَلَّ.

Jika salah seorang dari kalian memperbaiki keislamannya, maka setiap kebaikan yang dia kerjakan ditulis dengan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kali lipat, dan setiap kesalahan yang dilakukannya ditulis dengan kesalahan yang sama hingga dia bertemu dengan Allah.”HR Muslim, 129)

Supaya tidak ada penyesalan ketika datang di akherat.

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ.
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي
“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”.[ Al-Fajr : 23-24]
Wallahu a’lam.

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.⏰..✨

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.