■ Halaqah ke – 6 | Beriman Kepada Malaikat Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat (Bag 1)

■ Halaqah ke – 6 | Beriman Kepada Malaikat
Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat (Bag 1)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-6 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian 1”.

Di antara beriman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah beriman dengan sifat-sifat mereka yang telah dikabarkan oleh Allāh dan RasulNya.

Sifat-sifat malaikat ada 2;

⑴ Sifat-sifat fisik (penciptaan)
⑵ Sifat-sifat akhlaq (perangai)

Di antara sifat-sifat fisik malaikat:

⑴ Malaikat diciptakan dari cahaya.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

خلقت الملائكة من نور

“Diciptakan malaikat dari cahaya.”
(HR. Muslim)

⑵ Malaikat memiliki sayap.
Ada di antara mereka yang memiliki 2 sayap, ada yang 3 sayap, 4 sayap bahkan ada yang lebih dari itu.

Allāh berfirman:

الحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاء إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

“Segala puji bagi Allāh yang menciptakan langit dan bumi, menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan yang memiliki sayap-sayap, ada yang 2, 3, 4. Allāh menambah di dalam penciptaanNya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allāh Maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu.”
(Fāthir 1)

‘Abdullāh bin Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhu menceritakan bahwasanya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat Jibrīl dan beliau memiliki 600 sayap.
(HR. Bukhāri dan Muslim)

⑶ Malaikat bukan laki-laki dan juga bukan juga perempuan.
Allāh berfirman:

أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ

“Apakah Kami menciptakan malaikat sebagai wanita-wanita dan mereka menyaksikan?.”
(Ash-Shāffāt 150)

Di dalam ayat di atas Allāh menafi’kan bahwasanya malaikat adalah perempuan.

Dan di sana tidak ada dalil yang shahīh bahwasanya mereka adalah laki-laki.

⑷ Malaikat tidak makan dan tidak minum.
Sebagaimana ketika Allāh menceritakan kisah Nabi Ibrāhīm bersama malaikat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ (٢٤) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ سَلامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (٢٥) فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ (٢٦) فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (٢٧) فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖقَالُوا لَا تَخَفْ ۖوَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (٢٨)

(24) Apakah telah datang kepadamu kabar tentang tentang tamu-tamu Ibrāhīm?
(25) Ketika mereka masuk rumah dan mengatakan “Keselamatan atasmu”. Ibrāhīm berkata: “Keselamatan atas kalian wahai kaum yang tidak dikenal”.
(26) Maka segeralah Ibrāhīm pergi ke keluarganya dan datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk.
(27) Kemudian menghidangkannya kepada mereka seraya berkata: “Kenapa kalian tidak memakannya?”.
(28) Maka timbullah rasa takut di dalam hati beliau maka mereka pun berkata: “Janganlah engkau takut”. Kemudian mereka pun memberi kabar gembira kepada Ibrāhīm dengan kedatangan seorang anak yang ‘ālim.”
(Adz-Dzāriyāt 24-28)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

Materi Halaqah Silsilah Ilmiah Abdullah Roy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.