Bersabarlah, karena ujian itu pasti ada kesudahannya…!

🥀Bersabarlah, karena ujian itu pasti ada kesudahannya…!

✍Ujian pasti akan berhenti, tidak selamanya manusia diuji oleh Allah.

Dalam kehidupan di dunia manusia tidak akan luput dari berbagai cobaan, baik kesusahan maupun kesenangan, sebagai sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Allah berfirman,

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al Anbiya’: 35)

Dan yakinlah ..!
Badai pasti akan berlalu.
Ujian itu Allah berikan hanya sebatas kemampuan seorang hamba.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya.
(Mereka berdoa) : Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami ; ampunilah kami ; dan rahmatilah kami. Engkau penolong kami maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al-Baqarah : 286)

Bagi setiap mukmin, akhir dari ujian itu adalah kemudahan.
Sebagai janji Allah,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”(Al-Insyiroh: 5-6)

Bala cobaan ada masa kesudahannya yang waktu rentangnya diketahui oleh Allah, maka orang yang mendapat ujian ini harus bersabar hingga masa datangnya ujian ini berakhir. Kalau dia tidak bersabar sebelum waktunya berlalu, maka kekalutan dan keluh kesahnya tidak akan bermanfaat.
Maka yang wajib adalah bersabar. Meskipun doa itu disyariatkan, namun doa juga tidak berrguna tanpa adanya kesabaran ini.
Dan orang yang berdoa tidak boleh tergesa-gesa, hendaknya dia bersabar menanti terkabulnya doa, pasrah kepada Rabb yang Maha bijak, bisa jadi musibah itu sebagai hukuman atas dosanya, sehingga terhapus dengan musibah dosanya.
Mereka yang tergesa-gesa, seperti mau mrncampuri ketentuan Dzat yang Maha mengatur yang akan mengabulkan doa hambanya sesuai dengan takdir yang telah Dia tetapkan.
Sabar harus dilakukan, perbaikan diri harus diupayakan, dan tidak pernah putus asa kepada harapan Rabbnya, selalu ridho kepada takdirnya karena Rabbnya yang lebih tahu atas kebaikan dirinya dari dirinya sendiri.(Shoidul Khotir, Imam Ibnul Jauzy)
Wallohu a’lam.

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.💦..🔥

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.