Wasiat Salaf kepada Para Pemuda – Bagian 9 dari 15

Wasiat Salaf kepada Para Pemuda
Bagian 9 dari 15

 

Di antara wasiat para Salaf kepada para pemuda, adalah yang diriwayatkan dari Ja’far, beliau berkata : Bahwa Tsâbit al-Bunânî rahimahullâhu pernah muncul di hadapan kami, dan kami sedang duduk di arah kiblat, kemudian beliau berkata :
“Wahai para pemuda, janganlah kalian halangi antara diriku dengan Rabb-ku saat aku sedang bersujud kepada-Nya.” Dan beliau adalah orang yang sangat senang dengan sholat.
[Dikeluarkan oleh Abû Nu’aim di dalam Hilyah al-Auliyâ` (II/322) ]

Beliau rahimahullâhu menunjukkan bahwa ada sejumlah pemuda yang sedang bertemu dan berkumpul di Masjid, lalu mereka menggunakan momen pertemuan dengan sahabat-sahabat mereka di Masjid membicarakan hal-hal yang tidak sepatutnya dibicarakan. Akhirnya mereka pun mengganggu orang-orang yang datang ke Masjid untuk beribadah kepada Allâh, yang menginginkan bisa tenang dan khusyu’ di dalam sholatnya. Mereka menjadi penghalang antara seseorang dengan sholatnya. Mereka di Masjid tidak menyibukkan diri dengan ibadah dan berdzikir kepada Allâh جلجلاله . Mereka juga tidak membiarkan orang-orang yang datang untuk beribadah kepada Allâh di Masjid, bisa sibuk beribadah dan fokus mengerjakannya.

Untuk itulah, yang tidak kalah penting juga, perlunya mengingatkan para pemuda untuk menjaga kesakralan Masjid, memelihara kehormatan tempat dan orang-orang di dalamnya. Agar tidak ada lagi yang sibuk dengan perbuatan-perbuatan yang dapat mengganggu ibadah, thuma’nînah (ketenangan) dan kekhusyu’an didalam sholat. Belum lagi hal-hal yang baru di zaman ini seperti ponsel dan gadget yang biasa dikantungi para pemuda. Seringkali hal ini mengganggu orang yang sedang sholat lantaran suara dering ponsel, atau aktivitas menjawab telepon, atau yang semisalnya, yang dapat menimbulkan waswas bagi orang yang sedang sholat, sehingga mereka tidak bisa tenang dan thuma’ninah.

Judul asli: Min Washôyâ as-Salaf lisy Syabâb
Penulis: Syaikh DR. ‘Abdurrazzâq al-‘Abbâd al-Badr
Penerjemah : Muhammad Rachdie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.