Wasiat Salaf kepada Para Pemuda – Bagian 6 dari 15

Wasiat Salaf kepada Para Pemuda
Bagian 6 dari 15

 

Di antara yang diwasiatkan para Salaf kepada para pemuda adalah, riwayat yang berasal dari ‘Uqbah bin Abî Hakîm, beliau berkata :
Kami pernah duduk di majelis ‘Aun bin ‘Abdillâh, lalu beliau berkata kepada kami : “Wahai pemuda. Sungguh kami telah melihat usia muda telah wafat. Apa yang bisa dinanti apabila panen telah sampai ke penggilingan”, sembari beliau mengusap jenggotnya.
[Dikeluarkan oleh Ibnu Abî ad-Dunyâ di dalam kitabnya al-‘Umru wa asy- Syaibu (no 42)]

Maksud beliau rahimahullâhu adalah, siapa yang telah mencapai usia tersebut maka tiba waktunya untuk dipanen, karena tanaman apabila telah sempurna maka tiba waktunya dipanen. Demikian pula orang yang telah tua maka semakin dekat dengan kematian. Hal ini beliau sampaikan kepada mereka -para pemuda yang hadir di majelis beliau- untuk mengingatkan mereka agar jangan sampai tertipu dengan pengelihatannya terhadap orang yang dipanjangkan usianya. Karena kebanyakan orang itu banyak yang tertipu ketika melihat sebagian orang yang berusia panjang, dan mengira ia pun akan mencapai usia yang sama. Akhirnya ia pun banyak meremehkan urusannya, menunda-nunda dan mengakhir-akhirkannya. Sebagaimana disebutkan seorang pernyair : “Ada seorang yang panjang usianya, lalu memperdaya banyak orang. Dilupakanlah orang yang mati di usia mudanya.”

Semakna dengan ini juga adalah yang diriwayat dari al-Hasan al-Bashrî, bahwa beliau suatu hari pernah berkata kepada orang-orang yang hadir di majelisnya -diantara mereka ada yang tua dan yang muda- : “Wahai orang-orang yang telah tua, apa yang dinanti dari tanaman jika telah mencapai waktunya (matang)?” Mereka menjawab : “Dipanen”. Beliau berkata kembali : “Wahai para pemuda, sesungguh-nya terkadang ada tanaman yang mengalami kerusakan sebelum mencapai waktu (panennya).”
[Dikeluarkan oleh al-Baihaqî di dalam Kitâb az-Zuhd (no 500)]

Karena itulah hendaknya seorang muslim itu kondisinya seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadits :
“Apabila kau berada di waktu sore, janganlah menunggu waktu pagi. Dan jika kau berada di waktu pagi, janganlan menunggu waktu sore.”
[Dikeluarkan oleh al-Bukhârî (6416) dari ‘Abdullâh bin ‘Umar Radhiyallâhu ‘anhu secara mauqûf]

Ibnul Jauzî rahimahullâhu berkata : “Wajib bagi setiap orang yang tidak mengetahui kapan datangnya kematian secara tiba-tiba untuk mempersiapkan diri. Janganlah dia terpedaya dengan usia muda dan kesehatan. Karena sungguh betapa sedikitnya orang tua yang meninggal namun betapa banyaknya para pemuda yang meninggal. Karena itulah orang yang berusia tua itu langka.”
[Shayyidul Khâtir (hal 240)]

Buktinya, apabila anda memperhatikan para tawanan, niscaya anda dapati orang-orang yang panjang usianya (tua) itu sedikit. Dan yang paling banyak meninggal itu adalah di fase usia muda atau anak-anak.

Judul asli: Min Washôyâ as-Salaf lisy Syabâb
Penulis: Syaikh DR. ‘Abdurrazzâq al-‘Abbâd al-Badr
Penerjemah : Muhammad Rachdie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.