Wasiat Salaf kepada Para Pemuda – Bagian 5 dari 15

Wasiat Salaf kepada Para Pemuda
Bagian 5 dari 15

 

Diantara wasiat para salaf kepada para pemuda, adalah yang diriwayatkan dari al-Hasan al-Bashrî rahimahullâhu bahwa beliau seringkali menyampai-
kan :
“Wahai para pemuda, berpeganglah dengan akhirat dan carilah akhirat. Karena banyak yang kami saksikan orang yang mencari akhirat, maka ia mendapatkannya (akhirat) bersamaan dengan dunia. Namun kami belum pernah melihat seorangpun yang mencari dunia, ia mendapatkan akhirat bersamaan dengan dunianya.”
[Dikeluarkan oleh al-Baihaqî dalam Kitâb az-Zuhd (no 12)]

Ini adalah peringatan yang sangat besar dari Imam al-Hasan al-Bashrî rahimahullâhu bagi para pemuda, yaitu agar mereka menjadikan akhirat
sebagai cita-citanya, berupaya sungguh-sungguh untuk memperolehnya dan agar menyibukkan waktunya dengan hal-hal yang mendekatkan dirinya kepada Rabb-nya. Apabila mereka mengerjakan kesemua ini, maka sungguh Allâh جل جلاله akan mengarunia-kan kepadanya bagian dan jatahnya dari dunia.

Janganlah penjelasan di atas difahami bahwa seseorang harus meninggalkan upaya untuk menegakkan dunianya, mencari rezekinya, tempat tinggalnya dan pakaiannya, sehingga menyisakan dirinya hanya bisa bergantung pada orang lain. Bahkan, tidaklah akan membahayakan seorang muslim apabila ia bekerja banting tulang untuk memperoleh harta, meskipun harta yang ia peroleh berlimpah.
Namun yang berbahaya baginya adalah apabila ia menjadikan dunia itu sebagai cita-cita, obsesi dan tujuannya serta puncak pengetahuannya, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi صلى الله عليه وسلم bahwa beliau
berkata di dalam doanya :
“Dan janganlah Kau jadikan dunia itu sebagai ambisi terbesar kami dan puncak pengetahuan kami.”
[HR Turmudzî dalam Jâmi’-nya, Bab-Bab Doa, no. 3503. Dinilai hasan oleh al-Albânî di dalam al-Kalim ath-Thayyib no 226]

Juga di dalam sabda Nabi صلى الله عليه وسلم: “Sesungguhnya jika kau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan berkecukupan, maka ini lebih baik daripada kau tinggalkan mereka dalam keadaan miskin bergantung kepada pemberian orang lain.” [HR Bukhari di dalam Shahîh-nya (no 1295) dan Muslim di dalam Shahîh-nya (no 1628)]

Maka, siapa saja yang menjadikan akhirat itu sebagai obsesinya, maka Allâh akan kumpulkan semua kebutuhannya dan dunia pun akan datang kepadanya meski dunia itu hina. Namun, barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai ambisi terbesarnya, maka Allâh jadikan kefakiran diantara kedua pelupuk matanya dan tidak akan datang bagiannya dari dunia kecuali yang telah Allâh جل جلاله tetapkan baginya.

Judul asli: Min Washôyâ as-Salaf lisy Syabâb
Penulis: Syaikh DR. ‘Abdurrazzâq al-‘Abbâd al-Badr
Penerjemah : Muhammad Rachdie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.