Wasiat Salaf kepada Para Pemuda – Bagian 15 dari 15 (Terakhir)

Wasiat Salaf kepada Para Pemuda
Bagian 15 dari 15 (terakhir)

 

Diriwayatkan dari Hafshoh bintu Sîrîn bahwa beliau berkata :
“Wahai para pemuda, mulailah dari diri kalian selagi kalian masih muda. Demi Allâh, sungguh saya tidak melihat suatu amalan (yang lebih baik) kecuali di waktu muda.”
[ Dikeluarkan oleh al-Marrûzî rahimahullâhu di dalam Mukhtashor Qiyâm al-Lail (hal. 49) ]

Ucapan beliau -Hafshoh bintu Sîrîn- : “sungguh saya tidak melihat suatu amalan kecuali di waktu muda”, maksudnya bahwa fase usia muda itu termasuk fase terbesar, yaitu fase kebaikan apabila seorang pemuda diberi taufiq dengan izin Allâh جل جلاله untuk bisa memanfaatkannya. Sedangkan jika ia menyia-nyiakan memanfaatkan usia mudanya ini, maka akan habis waktu mudanya karena mencari kenikmatan, mengikuti syahwat dan kesenangan jiwa. Terutama hal-hal yang diharamkan -semoga Allâh melindungi – hanya untuk mencari kesenangan (sesaat). Maka sungguh ia telah merugikan masa mudanya dan masa depannya, sebagaimana dinyatakan seorang penyair : “Kesenangan di masa muda bagi pelakunya awalnya adalah menyenangkan, namun saat tua berubah menjadi siksaan.”

Kesenangan jiwa di saat muda itu awalnya menyenangkan, dipandang oleh pelakunya sesuatu yang nikmat. Namun setelah usianya semakin tua, ia dapati itu sebagai siksaan baginya. Yang demikian ini disebabkan karena pengaruhnya yang berdampak buruk.

Judul asli: Min Washôyâ as-Salaf lisy Syabâb
Penulis: Syaikh DR. ‘Abdurrazzâq al-‘Abbâd al-Badr
Penerjemah : Muhammad Rachdie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.