Wasiat Salaf kepada Para Pemuda – Bagian 10 dari 15

Wasiat Salaf kepada Para Pemuda
Bagian 10 dari 15

 

Di antara wasiat Salaf kepada para pemuda, adalah riwayat yang datang dari Muhammad bin Sûqah bahwa beliau berkata : Maimûn bin Mihrân bertemu denganku, lalu kuucapkan padanya :
“Hayyâkallâhu (semoga Allâh memanjangkan hidupmu”.
Lalu Maimûn segera menimpali : “Ini adalah salamnya para pemuda. Ucapkanlah salam.”, yaitu dengan cara mengucapkan salam (as-salâmu ‘alaykum)
[Dikeluarkan oleh Abû Nu’aim di dalam Hilyah al-Auliyâ` (IV/86)]

Di dalam hadits dari Nabi صلى الله عليه وسلم disebutkan:
“Siapa yang memulai ucapan sebelum salam, maka janganlah dijawab.”
[Dikeluarkan oleh Ibnu as-Sunnî dalam ‘Amal al-Yaum wal Lailah (no 214) Lihat pula ash-Shahîhah (816)]

Ucapan beliau -Maimûn bin Mihrân- : “Ini adalah salamnya para pemuda”, yaitu ada sebagian pemuda yang mana mereka lebih senang dengan
beberapa bentuk kata sapaan. Mereka memandang bahwa sapaan seperti ini lebih indah diucapkan ketika mereka bersua dengan sahabat atau kawannya. Akhirnya merekapun meninggalkan dan menjauhi mengucapkan salam. Mereka mulai menggunakan sejumlah kata sapaan yang mereka senangi dan condong kepadanya. Kemudian bisa jadi mereka membatasi diri dengan sapaan seperti ini dan meninggalkan salam, atau bisa jadi mereka mengucapkan salam setelah mengucapkan sapaan ini.

Judul asli: Min Washôyâ as-Salaf lisy Syabâb
Penulis: Syaikh DR. ‘Abdurrazzâq al-‘Abbâd al-Badr
Penerjemah : Mihammad Rachdie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.