Wasiat Salaf kepada Para Pemuda – Bagian 1 dari 15

Wasiat Salaf kepada Para Pemuda
Bagian 1 dari 15

Dari Abûl Ahwash beliau mengatakan, Abû Ishâq -yaitu ‘Amrû as-Sabî’î- berkata :
“Wahai sekalian pemuda, manfaatkanlah -yaitu masa muda kalian-. Karena betapa sedikit malam yang melewatiku melainkan saya membaca seribu ayat (al- Qur’ân) di setiap malamnya. Saya juga membaca al- Baqoroh di setiap rakaat, berpuasa sunnah di bulan-bulan harom (suci), berpuasa tiga hari dalam setiap bulannya dan berpuasa Senin Kamis.”

Kemudian Abû Ishâq membacakan firman Allâh : “Adapun nikmat dari Rabb-mu, maka sampaikanlah.”
[Dikeluarkan oleh al-Hâkim di dalam al-Mustadrok (no 3947)]

Ucapan Abû Ishâq : “saya membaca seribu ayat (al-Qur’ân) di setiap malamnya”, maksudnya adalah aqrîb (kurang lebihnya) bukan tahdîd (pembatasan).

Artinya beliau mengkhatamkan al-Qur’ân sekali dalam sepekan. Khatam al-Qur’ân sepekan sekali ini merupakan kebiasaan kaum salaf.

Dari ‘Amr bin Maimûn, diriwayatkan bahwa apabila beliau berjumpa dengan salah satu sahabatnya, beliau kan mengatakan :
“Sungguh, kemarin Allâh telah mengaruniakan kepadaku kemampuan untuk mengerjakan sholat ini dan kebaikan itu”
[Dikeluarkan oleh al-Hâkim di dalam al-Mustadrok (no 3948).

Abû ‘Abdillâh al-Hâkim berkata di dalam al- Mustadrok setelah menyebutkan kedua atsar di atas :
“Semoga Allâh merahmati ‘Amrû bin ‘Ubaidillâh as- Sabî’î dan ‘Amrû bin Maimûn al-Awadî. Keduanya telah memotivasi para pemuda untuk beribadah.”

Di dalam kedua atsar tersebut, juga mengandung pendidikan dengan cara keteladanan (qudwah). Para pemuda begitu butuh dengan cara seperti ini sehingga mereka bisa lebih bersemangat dan dimudahkan untuk meniru. Namun juga hendaknya bagi para pengajar agar juga memperhatikan niat dan tujuan

Judul asli: Min Washôyâ as-Salaf lisy Syabâb
Penulis: Syaikh DR. ‘Abdurrazzâq al-‘Abbâd al-Badr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.