👤Duduk bersama di majelis dzikir …

👤Duduk bersama di majelis dzikir …

✍Tidak ada tempat yang lebih baik di permukaan bumi ini selain majelis dzikir.

Sehingga Rasululloh صلى الله عليه وسلم selalu berkeinginan bersama mereka.

Beliau bersabda,

لَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَعِيلَ وَلَأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مَنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَةً

“Sungguh, aku duduk bersama kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala dari shalat Subuh hingga terbit matahari lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat anak Isma’il. Dan sungguh aku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah dari Shalat ‘Ashar hingga matahari tenggelam adalah lebih aku sukai daripada aku membebaskan empat orang budak.” (HR Abu Daud, 3182 dihasankan Al-Albany)

Namun, perlu diperhatikan …

Apakah dzikir jama’i (bareng-bareng) seperti yang banyak dilakukan ditempat kita apakah sesuai sunnah Rasululloh..?

”Do’a dengan suara keras setelah shalat lima waktu, ataupun sunnah rawatib. Atau do’a-do’a sesudahnya dengan cara berjama’ah dan terus-menerus dikerjakan merupakan perbuatan bid’ah yang munkar. Tidak ada keterangan sedikitpun dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam tentang hal ini, juga para sahabatnya radliyallahu ‘anhum. Barangsiapa yang berdo’a setelah selesai shalat fardlu atau sunnah rawatibnya dengan cara berjama’ah, maka ini adalah menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Dan apabila mereka menganggap orang yang mengingkari hal ini atau tidak berbuat sebagaimana yang mereka lakukan sebagai orang kafir atau bukan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, maka ini adalah kebodohan dan kesesatan serta memutarbalikkan kenyataan yang ada. (Lajnah Daimah, lihat Fatwa Islamiyah 1/318-319).

Dzikir jama’i merupakan suatu bentuk peribadatan yang dilakukan oleh sebagian manusia yang mana amalan ini tidak pernah diperintahkan serta dicontohkan oleh panutan kita Nabi Muhammad صلى تلله عليه وسام dan para shohabat beliau yang begitu antusias dalam melakukan suatu kebaikan. Maka bagi seorang muslim hendaknya menjauhi amalan-amalan (dzikir jama’i) yang tidak ada dasarnya dari al-Quran dan as-Sunnah serta penerapan dari para shohabat Nabi dan jangan terkecoh dengan banyaknya orang yang berbuat demikian.

Semoga bermanfaat

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

✏📚✒.👤..🌺

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.