?Berkahnya amal yang bersih niyatnya… !

?Berkahnya amal yang bersih niyatnya… !

✍Membersihkan niyat ibadah hanya kepada Allah merupakan intinya ibadah yang ikhlas. Itulah yang Allah minta dari hambanya. Allah tidak menuntut yang banyak dari kita dalam ibadah. Tetapi yang yang Allah minta adalah bersihnya niyatan ibadah hanya kepadanya. Firman-Nya:
الذي خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عمﻻ.
“Dia lah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, “Siapakah diantara kamu yang paling baik amalnya” (Al-Mulk:2)

Amal yang paling baik adalah yang paling ikhlas yaitu yang ditujukan dalam amalnya hanya untuk mencari ridho Allah semata, bukan yang paling banyak.
Bahkan Allah tidak akan menerima amal yang banyak jika tidak ditujukan untuk Allah.
Amal seperti itu hanyalah fatamorgana, sebagaimana  yang Allah sampaikan tentang perumpamaan amalan-amalan orang kafir, “Dan orang-orang kafir, perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila didatangi tidak ada apapun.”(An-Nur:39)

⏺ Ikhlas adalah buah dan intisari dari iman. Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya ibadah seorang hamba. Seseorang tidak dianggap beribadah dengan benar jika tidak ikhlas.
Allah berfirman :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Al-An’am: 162).

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka hanya  disuruh menyembah Allah dengan ikhlas mentaati-Nya semata mata  karena (menjalankan) agama.”(Al-Bayyinah: 5)

فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ
“Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya.” (Az-Zumar: 2).

⏺ Syaithan takut dan putus asa terhadap orang orang yang ikhlas. Ketahuilah bahwa syaithan mengaku tidak mampu menggoda dan menyesatkan hamba Allah yang ikhlas.
Allah berfirman :
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
Kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas.” (Al-Hijr 39-40).

⏺ Orang yang ikhlas akan mendapatkan cinta dari Alloh dan makhluknya, sehingga mereka tidak akan dizhalimi dan tidak pernah merasa dizhalimi karena kezhaliman apapun tidak akan mampu membuatnya tersiksa bahkan semakin mulia kedudukannya karena membuat dirinya semakin mampu bersabar dan bersyukur.
Allah berfurman:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدًّا
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (Maryam: 96)

⏺ Amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas mengalahkan amal yang besar tapi dilakukan tidak dengan ikhlas.
Yang paling utama  dalam amal perbuatan bukanlah banyaknya tapi bersihnya niat dalam ikhlas.

Abdullah bin Mubarak berkata, “Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar karena niat (yang ikhlas karena Allah), dan betapa banyak pula amal yang besar menjadi kecil hanya karena niat.”

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Seorang laki-laki melihat dahan pohon di tengah jalan, ia berkata: Demi Allah aku akan singkirkan dahan pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin, maka ia pun masuk surga karenanya.” (HR Muslim).

⏺ Jika landasan hidup seseorang adalah beragama dengan ikhlas maka semua yang berat baik dalam ibadah maupun dalam berakhlak dan bermuamalah akan terasa ringan dan semua yang sulit akan terasa mudah.

⏺ Dan amal yang ikhlas karena Allah saja yang ada berkahnya. Firmannya,

وما أتيتم من ربا ليربوا في أموال الناس فﻻ يربوا عند الله. وما أتيتم من زكاة تريدون وجه الله وأولئك هم المضعفون.
“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar harta manusia bertambah,  maka tidak bertambah harta itu disisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk memperoleh keridhoan Allah, maka itulah orang-orang yang berlipat ganda (pahalanya)”. (Ar-Rum: 39)
Dengan ikhlas itulah Allah telah meninggikan derajat para Sahabat dibanding dengan generasi setelahnya.
Sebagaimana yang tersirat  dalam sabda Nabi صلى الله عيه وسلم:
لا تسبوا أصحابي، فلو أن أحدكم أنفق مثل أحد ذهبا ما بلغ مد أحدهم وﻻ نصيفه.
“Janganlah kalian mencela sahabatku, maka seandainya kalian berinfak sebesar gunung uhud berupa emas niscaya tidak akan menyamai  infak satu genggam tangan mereka atau separuhnya.” (HR Buhory, 3673; Muslim, 2540).
Hal yang membedakan ini, karena kebersihan hati mereka para Sahabat Nabi dalam beramal hanya untuk Allah, sehingga sedikit saja amal mereka dilipat gandakan perbedaannya dengan amal kebaikan orang-orang yang setelah mereka.

?Ikhlas bukan amalan yang mudah, tapi setiap muslim harus berusaha untuk meraihnya.
Ambillah contoh diantara teladan para Salaf dalam meraih keikhlasan, sehingga hal itu memudahkan untuk mendapatkan ikhlas dalam ibadah

?Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

.✏?✒.?..?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.