✏GHURABA’A…

✏GHURABA’A…

✍Jika engkau membahas dan berbicara tentang tauhid…maka ahli syirik akan memusuhi dan menjauhimu.

jika engkau membahas dan berbicara tentang sunnah…maka ahli bid’ah akan memusuhi dan menjauhimu.,

jika engkau membahas dan berbicara tentang mestinya dalil dan hujjah dalam ber-Islam…maka ahli ta’asshub mazhab, orang sufi, dan orang jahil akan memusuhi dan menjauhimu.

jika engkau berbicara tentang keta’atan kepada pemerintah di perkara yang baik dan ma’ruf, mendo’akan dan menasehati mereka, serta seperti apa sesungguhnya aqidah ahlus sunnah…maka orang khawarij dan orang yang berhizbi akan memusuhi dan menjauhimu.

jika engkau membahas tentang islam yang syamil, yang berkaitan dengan semua sisi-sisi kehidupan…maka orang-orang sekuler, liberal, dan semisal mereka dari kalangan orang yang ingin memisahkan agama dari kehidupan akan memusuhi dan menajuhimu.

sangat terasing sekali ahlussunnah, mereka sungguh betul-betul “ghuraba’a” ditengah-tengah kehidupan yang sangat tidak bersahabat dengan mereka.

Semua wasilah mereka gunakan untuk memerangi ahlussunnah.

Semua media, televisi, radio, media cetak dan media online, semua mereka gunakan untuk memojokkan dan memerangi ahlussunnah.

Tidak terkecuali keluarga, sahabat dan teman-teman, juga ikut di musuhi dan di kucilkan “ghuraba’a” yang berupaya berpegang teguh dengan kitabullah dan sunnah rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Akan tetapi, walau demikian…

Mereka sangat senang dengan keterasingan ini, dan merasa bangga menjadi ghuraba’a, sebab rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memuji orang-orang terasing dalam sabda beliau:
ﺇﻥ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺑﺪﺃ ﻏﺮﻳﺒﺎ ، ﻭﺳﻴﻌﻮﺩُ ﻏﺮﻳﺒﺎ ﻛﻤﺎ ﺑﺪﺃَ، ﻓﻄﻮﺑﻰ ﻟﻠﻐﺮﺑﺎﺀِ
ﻗﻴﻞ : ﻣﻦ ﻫﻢ ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ؟
ﻗﺎﻝ: ﺍﻟﺬﻳﻦَ ﻳﺼﻠﺤﻮﻥَ ﺇﺫﺍ ﻓﺴﺪَ ﺍﻟﻨﺎﺱُ
“sesungguhnya Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, dan beruntunglah orang-orang yang terasing (ghuraba’a).
dikatakan: siapa ghuraba’a itu wahai rasulullah?
beliau menjawab: mereka adalah orang-orang yang berusaha memperbaiki keadaan disaat manusia telah rusak.

(Imam al-Albani rahimahullah).

✏?✒.?..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.